Minggu, 30 Agustus 2015

8 Pesan Al-Ghazali Kepada Seorang Penuntut Ilmu

ISTERIKU BERHENTILAH MENGELUH !!!



●Kisah ini menceritakan sepasang suami isteri yang memiliki enam orang anak.
●Suatu hari, suaminya melihat sang isteri sedang menangis sambil memasak makanan.
●Melihat hal itu, suami bertanya,
“Wahai Isteriku, apa yang terjadi denganmu ?
Apa yang membuatmu menangis ?”
●“Aku menangis karena merasa sangat lelah dalam mengurus keluarga dan melakukan semua pekerjaan rumah,” sahutnya.
●“Aku mengurus enam anak kita dengan berbagai tabiat mereka.
●Aku harus menyediakan makanan, membereskan rumah, mencuci baju yang sangat banyak.
●Aku bekerja 24 jam sehari. Rasanya, aku tidak sanggup lagi untuk melakukan semua ini.”
Sang suami bertanya.
●“Apa yang harus aku lakukan •?”
●“Tolong carikan aku asisten perempuan yang dapat membantuku mengurus semuanya.
●“Tentu saja, aku akan mencarikannya. Tapi, tolong dengarkan aku sebentar saja,
●” kata sang suami sambil membelai isterinya dengan penuh kasih sayang.
●“Allah senantiasa membantu hamba-Nya yang tidak pernah berputus asa dan ikhlas dalam mengerjakan apa pun yang mengandung kebaikan.
●Kau adalah seorang isteri yang sangat sabar dalam menjaga keluargamu, seorang ibu yang menjadi teladan bagi keenam anakmu, dan menjadi pendampingku yang salihah dengan beratnya tugas-tugasmu.
●Aku bisa saja mencarikan seorang asisten untuk meringankan pekerjaanmu.
●Namun, jika kau tetap mengerjakan semua kebaikan itu untuk keluarga kita maka Allah akan menghapus semua salah dan dosamu.
●” Ujar suaminya.
Sang suami kemudian berkata lagi,
●“Isteriku yang salihah, perempuan yang tidak pernah lelah menjaga keluarganya dan ikhlas dengan apa yang dilakukannya, Allah akan menetapkan setiap butiran keringatnya menjadi kebaikan yang dapat melebur keburukannya sekaligus mengangkat derajatnya.”
●Sang Suami membelai Isterinya yang masih terisak menahan malu, lalu diajaknya duduk santai di ruang dapur mungil yang sangat sederhana itu, lalu Sang Suami melanjutkan nasehatnya,
●“Coba ingat kembali Wasiat Rosulullah SAW kepada Fatimah puteri Beliau, yang dipersunting Ali Bin Abi Thalib yang sangat miskin, yang ketika itu juga sedang mengeluh kepada Ayahnya Rosulullah SAW karena tangannya yang dulunya halus kini berubah menjadi kasar dan lecet-lecet karena setiap hari harus menumbuk gandum sendiri, mengolah dan memasaknya.
Ada 10 WASIAT Beliau kepada Puterinya :
1. Wahai Fatimah !
Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.
2. Wahai Fatimah !
Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.
3. Wahai Fatimah !
Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.
4. Wahai Fatimah !
Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum Telaga Kautsar pada hari kiamat nanti.
5. Wahai Fatimah !
Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap isteri.
Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu,maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, Kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.
6. Wahai Fatimah !
Disaat seorang wanita hamil, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, serta melebur seribu kejelekan.
Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para Pejuang Allah.
Disaat seorang wanita melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya.
Disaat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, didalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga.
Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.
7. Wahai Fatimah !
Disaat seorang isteri melayani suaminya selama sehari semalam, dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya dihari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan.
Allahpun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.
8. Wahai Fatimah !
Disaat seorang isteri tersenyum dihadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.
9. Wahai Fatimah !
Disaat seorang isteri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
10. Wahai Fatimah !
Disaat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga.
Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat.
Isterinya pun menangis karena merasa malu.
Sejak itu, dia tak pernah lagi mengeluh.
Subhaanallah, wasiat ini merupakan mutiara termahal nilainya, khususnya bagi setiap isteri yang mendambakan kesalehan.
Betapa Agung dan Mulianya Posisi Wanita dalam rumah tangga ketika ia rela dan ikhlas menjalani Fitrahnya.
Smg kita dapat menjalankan amanah mulia ini...

Amerika Serikat Diramal Bangkrut Seperti Yunani


Amerika Serikat (AS) hingga kini dikenal sebagai negara adidaya‎ yang menjadi kiblat teknologi di dunia. Namun bnukan berarti AS bebas dari masalah. Pernahkah Anda berpikir jika suatu saat nanti AS bakal barnasib sama seperti Yunani.

Vice President Research&Analysis Asia Securities Nico Omer ‎memprediksikan dalam jangka waktu ke depan AS bakal mengalami kebangkrutan seperti Yunani. Ini lebih disebabkan tingkat hutang AS yang dinilai terlalu tinggi.

‎Nico menyebutkan, saat ini utang AS mencapai US$ 18,2 triliun‎ dan itu belum termasuk tanggungan pemerintah kepada masyarakat berupa tunjangan kesehatan dan tunjangan pensiun (unfunded liabilities).

‎"Jika kita jumlahkan semuanya, utang AS sebetulnya sudah lebih dari US$ 100 triliun, mereka tidak mungkin bayar kembali, kalau kita melihat per kapita utangnya per orang di AS bahkan lebih tinggi dari Yunani,‎" jelasnya, Rabu (26/8/2015).

Tingginya utang tersebut diyakini Nico menjadi satu resiko yang bersifat bom waktu‎. Menurut dia, majunya AS selama ini berbanding lurus dengan menumpuknya tingkat utang negara yang kini dipimpin Presiden Barrack Obama itu.

Dia membandingkan dengan Indonesia, dari tingkat utang Indonesia saat ini lebih sehat dan aman. Utang Indoensia sekarang sekitar Rp 2.800 triliun atau 25 persen dari Gross Domestik Product (GDP), sementara utang AS lebih dari 100 persen GDP nya.

‎"Tidak usah membanggakan atau menakutkan AS sebagai negara adidaya. Karena mereka bukan maju dalam apa, tapi maju dalam penumpukan utang, itu sebenarnya bukan suatu kebanggaan‎," papar dia.

‎Tidak hanya itu, Indonesia secara makro ekonomi jauh lebih sehat ketimbang AS. Hal ini terlihat dari rasio utang terhadap GDP, tingkat pertumbuhan, tingkat pertumbuhan GDP per kapita, inflasi, hingga suku bunga yang lebih baik di Tanah Air dibanding AS.

Kondisi ini, tambah Nico, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan akan menguntungkan Indonesia. Sebab, investor akan berbondong-bondong menanamkan modalnya ke Indonesia, dibanding ke negara maju seperti AS yang terlilit hutang puluhan triliun.‎
referensi... www.visimuslim.com

Rabu, 26 Agustus 2015

Rupiah Sentuh Rp 14.100 per Dolar AS


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah semakin terpuruk mencapai Rp 14.100 per dolar AS. Berdasarkan Bloomberg Dollar Index, rupiah ditutup di level Rp 14.133 per dolar AS pada Rabu (26/8), melemah 0,56 persen atau 79 poin dari penutupan Selasa (25/8) di level Rp 14.054 per dolar AS.

Sedangkan menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate(Jisdor) rupiah di level Rp 14.102 pada Rabu atau melemah 35 poin dibandingkan Selasa di level Rp 14.067 per dolar AS. 

Analis pasar uang Satrio Utomo mengatakan, saat ini semua negara masih menunggu perkembangan kepastian kenaikan suku bunga the Fed. Jangka waktu yang lama tersebut dinilai membuat ketidakpastian tinggi.

"Sebab, perekonomian Indonesia dalam mode diperlambat terus sampai Bank Indonesia yakin bahwa the Fed naikin suku bunga, dan melihat reaksi pasar. Pelemahan rupiah tidak bisa dihindarkan," ujarnya saat dihubungi Republika, Rabu (26/8). 

Meskipun, ada beberapa mata uang yang menguat terhadap dolar AS seperti euro. Sementara rupiah, dolar Austalia dan ringgit Malaysia masih melemah karena faktor ekonomi Cina. Ketiga negara ini merupakan eksportir komoditas dan konsumen terbesar adalah Cina. "Kalau ekonomi Cina masih melemah rupiah sulit menguat," imbuhnya.

Menurutnya, dengan data-data perekonomian domestik saat ini, pemerintah masih kesulitan meyakinkan pasar memberikan sentimen positif. Kalau data-data ekonomi terus memburuk, lanjutnya, pelemahan rupiah juga akan terus memburuk. Namun, rupiah masih berpotensi menguat jika data-data perekonomian membaik.

AGAMA ADALAH NASEHAT





عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ
Artinya: Dari Tamim ad-dari bahwa Nabi SAW bersabda:” ad-Din adalah nasehat”. Kami berkata untuk siapa? Rasul menjawab:” Untuk Allah, kitab-nya, rasulnya, untuk pemimpin Islam dan umatnya” (HR Muslim, Abu Dawud dan an-Nasai’i)
Keutamaan Hadits
Hadits ini termasuk salah satu hadits yang dimuat dalam kumpulan 40 Hadits Imam An-Nawawi, yang berarti termasuk hadits dari pokok-pokok Islam yang penting. Berkata Al-Hafizh Abu Nu’aim:” Hadits ini mencakup masalah yang besar”. Berkata Muhammad bin Aslam Ath-Thusi:” Hadits ini merupakan seperempat bagian dari agama”. Berkata Ibnu Rajab:”Fiqh berputar pada lima hadits, ....diantaranya hadits nasehat ini”. Berkata Mukhidin bin Al-Arabi:” Tidak ada kesempurnaan akhlak yang lebih teliti, jeli dan agung melebihi nasehat”. Nash-Nash yang Terkait dengan Hadits ini. Allah swt berfirman:
لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَى وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS At-Taubah 91) Hadits Rasulullah saw:
من لا يهتم بأمر المسلمين فليس منهم، ومن لم يصبح ويمس ناصحا لله ورسوله ولكتابه ولإمامه ولعامة المسلمين فليس منهم
“Siapa yang tidak memperhatikan urusan umat Islam maka bungan termasuk mereka. Dan siapa yang pagi dan siangnya tidak menyampaikan nasehat kepada allah, Rasul-Nya, kitab-Nya, imam dan umumnya umat Islam maka bukan termasuk mereka” (HR At-Tabrani)
قال اللّه تعالى أحب ما تعبدني به عبدي إليّ النصح لي
“Allah Ta’ala berfirman (dalam Hadits Qudsi): Ibadah hamba-Ku kepada-Ku yang paling aku cintai adalah memberi nasehat kepada-Ku (HR Ahmad, berkata Zainul Huffadz: Sanadnya dhaif).
عن أبي هريرة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: إن اللَّه يرضى لكم ثلاثاً ويكره لكم ثلاثاً، فيرضى لكم أن تعبدوه ولا تشركوا به شيئاً وأن تعتصموا بحبل اللَّه جميعاً ولا تفرقوا وأن تناصحوا من ولاه الله أمركم، ويكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال وإضاعة المال {رَوَاهُ مُسْلِم }
Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda:” Sesungguhnya ridha untukmu tiga hal, dan juga benci bagimu tiga hal: Ridha untukmu jika menyembahnya dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu, berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berselisih, dan saling nasehat menasehati terhadap orang yang Allah beri kedudukan memerintah urusanmu. Dan Allah membenci, ungkapan katanya, banyak tanya dan menyia-nyiakan harta” (HR Muslim).
عَنْ جَرِيرٍ قَالَ: بَايَعْتُ رَسُولَ اللّهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى إِقَامِ الصّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزّكَاةِ وَعَلَىَ النّصْحِ لِكُلّ مُسْلِمٍ
Dari Jarir berkata:” saya membai’at Rasulullah saw untuk menegakkan shalat, membayar zakat dan memberi nasehat pada setiap muslim.” (HR Bukhari dan Muslim) Memberi Nasehat adalah Aktifitas Para Nabi. Allah swt berfirman tentang nabi Nuh as
قَالَ يَاقَوْمِ لَيْسَ بِي ضَلَالَةٌ وَلَكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ(61)أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنْصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Nuh menjawab: "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam". "Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui" (QS Al-A’raaf 61-62). Firman Allah tentang nabi Hud as:
قَالَ يَاقَوْمِ لَيْسَ بِي سَفَاهَةٌ وَلَكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ(67)أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنَا لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ
Hud berkata: "Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam. Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu" (QS Al-A’raaf 67- 68). Firman Allah tentang nabi Shalih as:
فَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَاقَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَكِنْ لَا تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ)
Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat" (QS Al-A’raaf 79). Firman Allah tentang nabi Syua’ib as:
فَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَاقَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ فَكَيْفَ ءَاسَى عَلَى قَوْمٍ كَافِرِينَ
Maka Syu`aib meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?"(QS Al-A’raaf 93).
Makna Nasehat
Nasehat secara bahasa dari kata ‘nash’ yang berarti khalus, bersih atau murni, lawan dari curang atau kotor. Sehingga jika nasehat tersebut dalam bentuk ucapan harus jauh dari kecurangan dan motivasi kotor. Sedangkan secara istilah, sebuah kata yang mengungkapkan kemauan berbuat baik kepada obyek yang diberi nasehat. Berkata Ibnu Shalah: Nasehat adalah kata-kata yang mencakup aktifitas seorang nasih kepada yang diberi nasehat dalam bentuk iradah (tekad) dan perbuatan. Disebutkan ‘nashaha tsaub’ artinya menjahit baju, seolah orang memberi nasehat seperti orang yang menjahit lubang-lubang yang ada baju.
Nasehat kepada Allah berarti mentauhidkan Allah, mensifati-Nya dengan sifat Kamal dan Jalal, dan mensucikan-Nya dari segala kemusyrikan. Ikhlas kepada Allah dalam beramal, menjauhi kemaksiatan, mentaati dan mencintai-Nya dan berjihad terhadap orang-orang yang mengingkari-Nya. Nasehat kepada Rasul saw dengan cara mengimani Rasul saw dan segala yang datang darinya. Mencintai, menghormati, menghidupkan sunahnya, menyebarkan ilmunya. Mencintai orang yang mencintainya, membenci dan memerangi orang yang membenci dan memeranginya, mencontoh akhlaknya, mengikuti adabnya dan mencintai keluarga dan sahabatnya.
Nasehat kepada Pemimpin Umat Islam dengan cara membantunya dalam kebenaran dan mentaatinya. Mengingatkan dan menyadarkan jika lalai dan salah dengan penuh kelembutan dan penghormatan. Mendo’akan untuk kebaikan pemimpin-pemimpin umat Islam. Nasehat kepada umat Islam dengan mengajarkan mereka kepada ajaran Islam dan membimbingnya. Menutupi aib umat Islam, mencintai mereka sebagaimana mencintai dirinya, membenci bagi mereka apa yang dibenci dirinya dari keburukan dan mendo’akan untuk kebaikan mereka di dunia dan akhirat. Dan diantara bentuk nasehat kepada umat Islam juga menyingkirkan segala sesuatu yang membahayakan umat Islam. Mengutamakan yang fakir, mengajari yang belum tahu ajaran Islam, menyadarkan kesalahannya dengan penuh kelembutan dan menolong mereka dalam kebaikan dan takwa.
Jika melihat makna dan ruang lingkup nasehat maka semua orang membutuhkan nasehat, baik menerima nasehat atau memberi nasehat. Karena nasehat merupakan aktifitas penyadaran atas kelalaian manusia dan penyempurnaan akan kekurangan-kekurangannya. Dan orang yang menolak nasehat dan marah jika dinasehati, mereka adalah orang-orang yang tidak menginginkan kebaikan, tidak ingin maju, tertipu dan sombong. Dan salah satu bentuk nasehat yang harus diutamakan adalah memberi nasehat kepada yang memintanya. Rasulullah saw bersabda:
وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَنْصَحَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيَنْصَحْ لَهُ وَرَخَّصَ فِيهِ عَطَاءٌ
“Jika salah seorang saudaramu minta nasehat maka berilah nasehat dan mudahkanlah dalam memberi”(HR Bukhari)
Nasehat adalah prinsip dasar dalam kehidupan umat Islam karena kehidupan umat dibangun atas dasar ukhuwah Islamiyah dan tolong menolong. Maka nasehat adalah bentuk kongkrit dari ukhuwah dan tolong-menolong. Walaupun begitu nasehat harus dilakukan dengan penuh ikhlas sesuai dengan makna nasehat tersebut. Lebih dari itu nasehat akan sampai pada sasaran jika dilakukan dengan adab yang baik, yaitu dengan cara menyampaikannya dengan penuh kelembutan dan kecintaan. Jika sesuatu yang disampaikan terkait dengan aib dirinya maka penyampaiannya harus secara rahasia. Kecuali yang bersangkutan memang melakukannya dengan terang-terangan dan terbuka.
Keutamaan Menyampaikan Nasehat
Nasehat adalah aktifitas para nabi sesuai dengan ayat-ayat diatas. Tidaklah perbuatan yang dilakukan para nabi kecuali perbuatan utama. Nasehat juga merupakan pilar Islam yang paling pokok. Berkata Abu Bakar Al-Muzani:” Kelebihan Abu Bakar ra atas sahabat yang lain bukan pada saum dan shalatnya tetapi pada sesuatu yang ada pada hatinya yaitu mencintai karena Allah dan memberi nasehat kepada mahluknya. Ibnu Mubarak pernah ditanya: Amal apakah yang paling utama?” Beliau menjawab:” Memberi nasehat karena Allah”. Demikianlah betapa utamanya nasehat dalam pandangan Islam sehingga saling nasehat menasehati harus dibudayakan oleh umat Islam. Hal ini karena tidak ada seorangpun yang sempurna sehingga ketika ketika kita melihat saudara kita lalai maka kita wajib memberi nasehat padanya, begitu juga sebaliknya.
Dalam sejarah Islam banyak dicontohkan pemimpin-pemimpin umat yang menerima nasehat dengan baik dan bahkan mengucapkan terima kasih kepada mereka yang memberi nasehat. Umar bin Khattab mengatakan:” Semoga Allah merahmati seseorang yang memberitahukan aibku”. Suatu hari seseorang berkata pada Umar :” Bertakwalah engkau !”. Maka mendengar ungkapan tersebut yang lainnya menghardik dan mengatakan:” Engkau mengatakan kepada Amirul Mukminin, bertakwalah!”. Tetapi Umar bin Khattab mencegah dan berkata:” Tidak ada kebaikan padamu jika engkau tidak mengatakan ungkapan tersebut, dan tidak ada kebaikan bagi kami jika tidak mendengarkannya”. Begitu juga saat Umar ingin ikut berperang melawan Parsia, sebagian sahabat melarang, karena kesertaannya dalam suatu peperangan akan berdampak buruk dan berbahaya bagi umat Islam. Maka Umar bin Khattab menerima nasehat tersebut. Nasehat adalah prinsip dasar dalam kehidupan umat Islam karena kehidupan umat dibangun atas dasar ukhuwah Islamiyah dan tolong menolong. Maka nasehat adalah bentuk kongkrit dari ukhuwah dan tolong-menolong. Namun demikian dalam memberi nasehat haruslah dengan niat ikhlas karena Allah, tidak mencari popularitas, ketenaran dan motivasi rendah lainnya. Karena nasehat adalah agama dan dalam melaksanakan agama harus ikhlas karena Allah.
Nasehat juga harus dilakukan dengan baik dan bijaksana. Nasehat bukanlah membuka aib seseorang di muka umum, karena nasehat adalah perbaikan sedangkan membuka aib adalah kerusakan. Oleh karenanya dalam memberi nasehat harus dijauhkan dari cara-cara yang kasar dan keras. Semakin lembut dalam memberikan nasehat semakin diterima oleh hati, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah swt:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (QS Ali-Imran 159).
Diceritakan di masa kekuasaan Bani Abasiah, ada seoarang lelaki yang memberi nasehat kepada al-Makmun, kemudian ia masuk istana dan memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, tetapi dengan cara yang kasar. Maka berkata al-Ma’mun:” Wahai saudaraku, sesungguhnya Allah telah mengutus orang yang lebih baik darimu kepada orang yang lebih jelek dariku. Allah mengutus Musa dan Harun as kepad Fir’aun dan Allah berfirman, artinya:”Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut" (QS Thaaha 44).
Begitulah, nasehat hendaknya dibungkus dengan kata-kata yang baik sehingga mudah diterima dan mudah dilaksanakan. Sedangkan ungkapan yang kasar akan menyakitkan dan menyebabkan permusuhan. Sifat orang beriman adalah memberi nasehat dan menutup aib saudaranya sedangkan sifat orang fasik membiarkan kesalahan temannya dan membuka aibnya. Seseorang yang hari ini memberi nasehat mungkin saja besok mendapat nasehat, karena nasehat tidak terkait dengan orang tertentu dan pekerjaan tertentu. Dan karena manusia memiliki karakteristik suka salah dan lupa. Sehingga ketika ia pada hari ini lupa atau salah maka yang lain mengingatkan begitu juga orang yang hari ini memberi nasehat mungkin besok lupa atau salah sehingga harus dinasehati dan diingatkan.
Betapa pentingnya nasehat sampai imam asy-Syafi’i mengomentari surat al-Ashr:” Jika saja Allah hanya menurunkan surat al-Ashr maka sudah cukuplah surat ini sebagai pedoman untuk manusia.” Ketika Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah, beliau menulis surat kepada imam Hasan al-Bashri agar memberi nasehat dan menceritakan sifat-sifat pemimpin yang adil. Maka imam Hasan al-Bashri menulis surat diantara isinya: “Ketahuilah, wahai Amirul Mukminin sesungguhnya Allah menjadikan pemimpin yang adil untuk meluruskan orang yang menyimpang, mengembalikan arah bagi yang berdosa, memperbaiki yang rusak, memberi kekuatan bagi yang lemah, menegakkan keadilan bagi yang zhalim, menyadarkan yang lalai. Pemimpin yang adil wahai Amirul Mukminin seperti pengembala yang penuh kasih sayang atas penggembalaannya, yang menggiringnya ke tempat penggembalaan yang baik, menjauhkan dari bahaya yang mengancamnya, memeliharanya dari binatang buas, menjaganya dari panas terik dan hujan.
Pemimpin yang adil wahai Amirul Mukminin seperti ayah yang bertanggung-jawab. Lembut lembut terhadap anaknya. Bekerja untuk anak-anaknya saat masih kecil, mengajarkan mereka dan mengurusi kebutuhan hidupnya dan menabung untuk mereka setelah matinya. Pemimpin yang adil wahai amirul Mukminin seperti ibu yang lembut terhadap anaknya, mengandung dan melahirkannya dengan susah payah, mengasuhnya ketika kecil, ikut begadang ketika anaknya bangun malam, dan ikut tenang ketika anaknya tenang. Suatu saat menyusuinya, pada saat yang lain melepaskannya. Merasa senang dengan kesehatannya dan merasa berduka dengan sakitnya. Pemimpin wahai Amirul Mukminin seperti hati dengan anggota badan. Anggota badan akan baik jika hatinya baik dan anggota badan akan rusak jika hatinya rusak. Pemimpin yang adil wahai Amirul Mukminin adalah orang yang berdiri diantara Allah dan hambanya, mendengar firman Allah dan memperdengarkannya, mengenal Allah dan memperkenalkannya, dipimpin Allah dan memimpin mereka. Jangan sampai engkau wahai Amirul Mukminin seperti hamba yang diberi amanah Allah ibarat budak yang diberi amanah oleh majikannya tentang harta dan keluarga , kemudian menyia-nyiakan harta dan menghancurkan keluarga, membuat miskin anggota keluarga dan membuang harta benda.
Ketahuilah wahai Amirul Mukminin sesungguhnya Allah menurunkan hudud (hukuman) agar menyadarkan orang dari perbuatan kotor dan keji, bagaimana jika hal itu dilakukan orang yang mesti menegakkannya? Dan Allah menurunkan qishash sebagai jaminan kehidupan bagi hambanya, bagaimana jika yang memimpin melakukan pembunuhan yang mestinya menegakkan qishash kepada mereka? Ingatlah wahai Amirul Mukminin akan kematian dan sesudahnya, sedikitnya temanmu dan pembelamu disana. Maka hendaknya engkau mempersiapkan bekal untuk kematian dan kehidupan sesudahnya yaitu di hari yang besar”.

Selasa, 25 Agustus 2015

Rahasia Mengapa Surat At Taubah Tanpa Bismillah


DR Yusuf Qardhawi ditanya oleh salah satu jamaahnya tentang surat At-TAubah yang tidak dicantumkan Bismillah ? PAdahal disurat lainnya selalu ada awalan bismillah.
Pertanyaan tersebut dijawab Syaikh DR Yusuf Qardhawi sebagai berikut:
Ada sejumlah pendapat di kalangan ulama tentang tidak dicantumkannya basmalah dalam Surat At Taubah. Adapun pendapat yang paling kuat adalah pendapat Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu. Beliau menjelaskan, “Bismillahirrahmanirrahiim adalah suatu kedamaian, sedangkan surat At Taubah diturunkan tanpa kedamaian.”

Maksudnya, surat At Taubah diturunkan dengan menyatakan pemutusan ikatan dan perjanjian antara kaum muslimin dan kaum musyrikin kecuali beberapa perjanjian yang menyebutkan batas waktu tertentu. Itupun dengan syarat tidak dikhianati dan tidak dirusak oleh kaum musyrikin.
Ketika itu kaum musyrikin berulah merusak perjanjian damai dengan bekerja sama dengan kaum Yahudi, sehingga tidak ada lagi ikatan perjanjian dan jaminan dari kaum muslimin bagi mereka. Tidak ada lagi peraturan yang harus diberlakukan kepada kaum musyrikin. Tidak ada lagi tanggung jawab moral bagi umat Islam untuk menjamin perdamaian dengan mereka. Islam membuat perhitungan dengan mereka karena mereka mengkhianati kaum muslimin.

بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).” (QS. At Taubah: 1)
Basmalah yang mendahului 113 surat dalam Al Qur’an senantiasa disertai dua sifat Allah;ar rahman dan ar rahim. Kalimat ini merupakan jaminan kedamaian dan ketenteraman bagi setiap orang. Ar Rahman adalah sifat pengasih Allah yang memberikan nikmat di dunia kepada seluruh manusia tanpa memandang agama. Ar Rahim adalah sifat Allah yang memberikan kasih sayang di akhirat nanti khusus bagi kaum muslimin. Keduanya bernuansa kedamaian. Sedangkan surat At Taubah lebih banyak memerintahkan umat Islam agar memerangi kaum musyirikin yang telah melanggar perjanjian dan mengkhianati umat Islam.

7 Golongan Orang-Orang yang Didoakan Malaikat


Dalam Islam, ketika seseorang menjadi sangat taat maka mereka akan didoakan oleh para Malaikat, dan inilah orang-orang yang didoakan Malaikat karena ketaatan mereka dalam masalah agama dan tauhid. Ternyata, banyak alasan mengapa orang bisa didoakan oleh malaikat dan kali ini akan kita bahas 7 alasan mengapa seorang manusia hidupnya akan dipenuhi oleh doa-doa yang berasal dari malaikat.

Inilah Orang-Orang yang Didoakan Malaikat Ketika Mereka Hidup
Pada surat Al Anbiyaa ayat 26 hingga 28 di Al-Qur’an, Allah SWT telah berfirman yang kira-kira intinya malaikat merupakan hamba yang amat dimuliakan oleh Allah SWT, dimana para malaikat tidak akan pernah mengerjakan yang dilarang oleh Allah. Agar didoakan malaikat, seseorang berarti harus menjadi orang yang diridhai oleh Allah SWT itu sendiri. Mereka juga akan sangat hati-hati mencari orang yang memenuhi kriteria tersebut, karena mereka amat takut kepada Allah SWT.

Adapun orang-orang yang didoakan malaikat ketika mereka masih hidup adalah orang-orang berikut ini:
§  Mereka yang tidur dalam keadaan setelah berwudhu atau bersuci. Hal ini dirawayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar, dimana dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW berkata tentang mereka yang tidur dalam keadaan suci (setelah berwudhu) maka ia akan ditemani oleh malaikat di dalam pakaiannya. Orang tersebut juga baru akan terbangun ketika malaikat berdoa kepada Allah untuk mengampuninya. Hadist ini dinilai shahih.
§  Orang yang menunggu shalat sambil duduk. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa seseorang yang duduk saat menunggu shalat termasuk dalam golongan yang didoakan oleh malaikat. Ketika orang tersebut duduk, para malaikat akan ikut duduk sambil berdoa untuk pengampunannya.
§  Orang-orang yang shalat di shaf depan juga akan mendapatkan doa dari malaikat, dimana ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Imam Abu Dawud dari Barra’ bin ‘Azib. Rasulullah berkata bahwa Allah beserta para malaikat akan dengan senang hati bershalawat untuk mereka yang berdiri di barisan paling depan saat shalat berjamaah.
§  Malaikat akan ikut berkata “amin” saat seorang imam shalat selesai membaca surat Al Fatihah. Hal ini lah kenapa kita dianjurkan untuk mengucap amin karena bertepatan dengan doa malaikat untuk menghapuskan dosa masa lalu kita.
§  Golongan orang-orang yang didoakan oleh malaikat berikutnya adalah mereka yang menunaikan shalat shubuh dan ‘ashar mereka di Masjid dan secara berjamaah. Penyebab hal ini adalah karena malaikat akan berkumpul saat shalat shubuh. Doa malaikat untuk golongan ini adalah agar Allah mengampuni mereka saat hari kiamat tiba.
§  Seorang manusia yang berusaha menjenguk orang lain ketika sakit akan mendapatkan keuntungan doa dari malaikat. Rasulullah bersabda seperti yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ali bin Abu Thalib bahwa Allah akan mengutus 70.000 malaikat yang akan bershalawat sepanjang siang dan malam hingga shubuh tiba bagi mereka yang melakukan hal tersebut.
§  Golongan lain yang mendapatkan keistimewaan didoakan oleh malaikat adalah mereka yang mengajarkan kebaikan pada orang lain. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah bahwa ketika ada orang yang mengajarkan kebaikan maka tidak hanya malaikat bahkan seluruh isi langit dan bumi akan bershalawat demi orang tersebut.
Sebenarnya masih banyak daftar orang-orang yang mendapatkan keistimewaan luar biasa untuk dapat didoakan langsung oleh makhluk-makhluk yang paling dekat dengan Allah SWT, tapi karena keterbatasan tempat, maka hanya orang-orang dalam daftar kecil inilah orang-orang yang didoakan malaikat